DASB TEKNIK - Distributor Alat Teknik Bandung
DASB TEKNIK - Distributor Alat Teknik Bandung

Jual Dynamic Cone penetrometer - DCP test - Cara penggunaan dcp test - apa itu dynamic cone penetrometer?

Dynamic Cone Penetrometer (DCP) adalah alat uji tanah portabel yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan kepadatan lapisan tanah secara cepat langsun

Jual Dynamic Cone penetrometer - DCP test - Cara penggunaan dcp test - apa itu dynamic cone penetrometer?

Jual Dynamic Cone penetrometer - DCP test - Cara penggunaan dcp test - apa itu dynamic cone penetrometer?

Dynamic Cone Penetrometer (DCP) adalah alat uji tanah portabel yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan kepadatan lapisan tanah secara cepat langsung di lapangan (in-situ).

Pengujian ini sangat populer dalam proyek jalan raya dan bandara karena hasilnya dapat dikorelasikan langsung dengan nilai CBR (California Bearing Ratio).

1. Komponen Utama Alat

Alat ini memiliki desain yang sederhana namun sangat efektif. Komponen utamanya meliputi:

·         Handle (Pegangan): Bagian paling atas untuk menstabilkan alat secara vertikal.

·         Drop Hammer (Palu Penumbuk): Beban standar seberat 8 kg (atau 4,6 kg untuk tanah sangat lunak).

·         Anvil (Landasan): Tempat palu jatuh memukul untuk mentransfer energi ke bawah.

·         Upper Shaft & Lower Shaft: Batang baja sebagai pemandu palu dan penerus tekanan.

·         Cone (Konus): Ujung baja berbentuk kerucut dengan sudut 60° yang menembus tanah.

·         Vertical Scale: Penggaris/skala untuk mengukur kedalaman penetrasi setiap tumbukan.

2. Cara Kerja (Prosedur Pengujian)

Pengujian DCP didasarkan pada energi dinamis (tumbukan jatuh bebas). Berikut adalah langkah-langkahnya:

1.      Posisi Vertikal: Alat diletakkan tegak lurus di atas permukaan tanah yang akan diuji.

2.      Penetrasi Awal: Konus ditanamkan hingga batas dasar konus (posisi "nol") menyentuh permukaan tanah.

3.      Penumbukan: Palu diangkat hingga mencapai batas atas maksimal, lalu dilepaskan sehingga jatuh bebas menumbuk landasan (anvil).

4.      Pencatatan: Setelah setiap tumbukan (atau beberapa tumbukan), kedalaman penetrasi konus ke dalam tanah dicatat (dalam mm).

5.      Pengulangan: Proses ini diulang hingga mencapai kedalaman yang diinginkan (umumnya hingga 80–120 cm).

3. Hasil yang Didapat

Output utama dari pengujian ini adalah DCP Index (atau Penetration Rate), yaitu angka yang menunjukkan berapa milimeter penetrasi yang dihasilkan dalam satu kali tumbukan (mm/blow).

Analisis Data:

·         Angka mm/blow kecil: Menandakan tanah keras/padat (butuh banyak pukulan untuk masuk).

·         Angka mm/blow besar: Menandakan tanah lunak (sekali pukul langsung amblas dalam).

Kelebihan Utama DCP

·         Cepat & Ekonomis Proses pengujian sangat singkat, biasanya hanya memakan waktu 15–30 menit per titik. Biaya operasionalnya jauh lebih murah dibandingkan uji CBR lapangan manual yang memerlukan alat berat sebagai beban lawan.

·         Sangat Portabel Alat ini ringan dan dapat dibongkar menjadi beberapa bagian. Hal ini memungkinkannya dibawa ke lokasi yang sangat sulit, seperti daerah pelosok yang tidak bisa diakses truk, area dalam ruangan, atau lereng yang curam.

·         Data Real-Time Hasil penetrasi per tumbukan bisa langsung dicatat dan dihitung di lokasi. Anda dapat segera memplot data tersebut menjadi profil kekuatan lapisan tanah pada berbagai kedalaman saat itu juga.

·         Korelasi Akurat Data hasil DCP memiliki korelasi yang sangat baik dan diakui secara internasional untuk dikonversi menjadi nilai CBR, yang sangat berguna bagi perencana jalan raya.

Kekurangan dan Batasan DCP

  • Keterbatasan Kedalaman DCP dirancang untuk pengujian lapisan atas tanah dasar (subgrade). Efektivitasnya biasanya hanya mencapai kedalaman 1 hingga 1,2 meter. Jika dipaksakan lebih dalam, gesekan pada batang baja akan membuat data tidak akurat.

  • Tidak Bisa Menembus Material Keras Alat ini akan gagal atau memberikan data yang bias jika mengenai batu besar (boulder), lapisan aspal, atau lapisan tanah yang sangat keras/semen. Konus baja bisa rusak jika dipukul terlalu keras pada material tersebut.

  • Ketergantungan pada Operator Akurasi sangat bergantung pada cara operator memegang alat. Jika alat tidak dipegang benar-benar tegak lurus (miring), akan terjadi gesekan tambahan pada batang yang menyebabkan nilai kekuatan tanah seolah-olah lebih tinggi dari aslinya.

  • Gangguan Gesekan Batang (Side Friction) Pada tanah yang sangat kohesif atau lengket, tanah dapat menjepit batang baja penggerak, sehingga energi pukulan terserap oleh gesekan batang, bukan pada ujung konus.



PERBAIKAN ALAT / SERVICE

Selain menjual alat, kamipun menerima jasa perbaikan alat, baik secara garansi maupun non garansi. Selain itu, kami juga menerima pembelian suku cadang.

Konsultasi Kerusakan

JASA KALIBRASI

Selain menjual alat, kami juga menerima Jasa Kalibrasi ulang, baik setiap 6 Bulan – 1 Tahun sekali.

HUBUNGI KAMI