Jual Field CBR test - CBR Lapangan - Apa itu cbr field cbr test, pengoprasian field cbr test.
Field CBR Test (California
Bearing Ratio Lapangan) adalah pengujian penetrasi langsung di lokasi
proyek untuk mengukur nilai kekuatan atau daya dukung tanah asli (in-situ).
Pengujian ini sangat krusial dalam pembangunan jalan
raya, landasan pacu, maupun area parkir, karena menjadi dasar untuk menentukan
tebal lapisan perkerasan (aspal/beton).
1. Prinsip Kerja
Prinsipnya adalah membandingkan tekanan yang dibutuhkan
untuk menembus tanah di lokasi dengan tekanan standar yang dibutuhkan untuk
menembus batu pecah (material standar).
·
Kecepatan Penetrasi: Piston ditekan secara konstan
sebesar 1,25 mm/menit.
· Nilai yang Dicatat: Beban yang terbaca pada penetrasi kedalaman 2,5 mm dan 5,0 mm
2. Peralatan Utama
Berbeda dengan alat sondir, Field CBR membutuhkan beban
lawan (counterweight) yang
besar, biasanya menggunakan truk atau alat berat (excavator/vibro).
·
Mechanical Jack: Dongkrak mekanis untuk memberikan
tekanan.
·
Proving Ring: Cincin penguji untuk membaca besaran
beban/gaya yang diberikan.
·
Penetration Piston: Piston baja silinder yang ditekan
ke tanah.
·
Dial Gauge: Alat ukur untuk memantau kedalaman
penetrasi piston secara teliti.
·
Surcharge Weights: Beban tambahan (plat besi) untuk
menyimulasikan beban perkerasan di atas tanah tersebut.
CBR Lapangan (Field CBR)
·
Kondisi Tanah: Mengukur kekuatan tanah secara langsung
di lokasi proyek dalam kondisi apa adanya (as-is). Ini memberikan gambaran paling
akurat mengenai kekuatan tanah yang akan memikul beban konstruksi saat itu
juga.
·
Waktu Pengujian: Sangat efisien karena hasil pengujian
bisa langsung diketahui di lokasi segera setelah alat dioperasikan.
· Faktor Kadar Air: Sangat dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi alam saat pengujian dilakukan. Jika sedang musim hujan, hasil akan mencerminkan kondisi tanah basah; jika musim kemarau, hasil mencerminkan kondisi tanah kering.
4. Kapan Menggunakan Field CBR?
·
Verifikasi Hasil Pemadatan: Memastikan apakah
pemadatan tanah di lapangan sudah memenuhi spesifikasi teknis yang diminta oleh
perencana.
·
Desain Tebal Perkerasan: Menentukan apakah tanah dasar
(subgrade) cukup kuat
untuk aspal setebal 10 cm, atau butuh lebih tebal karena tanahnya lunak.
·
Investigasi Jalan Rusak: Mencari tahu apakah kerusakan
jalan disebabkan oleh pondasi tanah bawah yang melemah.
Prosedur Singkat:
1.
Permukaan tanah dibersihkan dan diratakan (sekitar
60x60 cm).
2.
Truk/Alat berat diposisikan tepat di atas titik uji
sebagai penahan dongkrak.
3.
Alat CBR dirangkai vertikal.
4.
Piston ditekan perlahan, dan operator mencatat angka
pada proving ring
setiap interval penetrasi tertentu.
5.
Data diplot ke dalam grafik untuk mendapatkan nilai CBR
akhir.

.png)